Senin, 08 Oktober 2012

Tanaman Hias Mengandung Flavonoid

Jengger ayam (celosia cristata)
Tanaman ini mengandung saponin, flavonoid, dan polifenol yang berkhasiat mengobati penyakit kencing nanah. Rebus dua gugus bunga jengger ayam dengan tiga gelas air bersih hingga mendidih dan tersisa 3/4 gelas, lalu didinginkan. Cara pemakaian dapat diminum dengan gula 3 kali sehari. Selamat mencoba! (Rafira/dari berbagai sumber)
Sumber : http://safuan.wordpress.com/2010/01/30/khasiat-di-balik-tanaman-hias/

5 komentar:

  1. Bagaimana cara sintesis jengger ayam hingga menghasilkan flavonoid ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jenis flavonoid yang bagaimana yang bisa mengobati penyakit tersebut ? semua golongan flavonoid atau cuma 1 senyawa saja ? jelaskan senyawa flavonoidnya ?

      Hapus
  2. Untuk membuat bubuk bunga jengger ayam (Celosia cristata), keringkan buka dan haluskan (digiling). Biasanya pemakaian bubuk untuk di minum. Sedang untuk pemakaian luar/ obat luar menggunakan bunga yang masih segar.
    Saring 0,5 g serbuk yang diperiksa dengan 10 ml liteer methanol dengan alat pendingin balik selama 10 menit, saring panas, encerkan filtrate dengan 10 ml air, setelah dingin tambahkan 5 ml eter minyak tanah P, kocok hati hati, diamkan. Ambil lapisan methanol, uapkan pada suhu > 40º C dibawah tekanan, sisa dilarutkan dalam 5 ml ethanol 95% P, tambahkan 0,1 g serbuk magnesium P dan 10 ml asam klorida P, jika terjadi warnah merah jingga – merah ungu berarti ada flavanoid.
    Berdasarkan penelitian terhadap tumbuhan Jengger Ayam memiliki kandungan kimia yang utama yakni flavanoid dan tanin. Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.
    Sedangkan tanin, merupakan astrigen yang mengikat dan mengendapkan protein berlebih dalam tubuh. Dalam bidang pengobatan Tanin digunakan untuk mengobati diare, hemostatik (menghentikan pendarahan), dan wasir. Karena itu kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan, misalnya untuk pengobatan ambeien (wasir) dan mimisan diduga kuat berkaitan dengan kandungan zat ini.

    http://ikhafarmasist10.blogspot.com/2011_10_01_archive.html

    BalasHapus
  3. menurut saya kita ketahui dahulu kandungan (jenis) flavonoid dari tanaman jengger ayam...kemudian berdasarkan artikel terkait yang saya baca ada beberapa jalur sintesis senyawa flavonoid,berikut penjelasanya:

    Biosintesis flavonoid sudah mulai diteliti sejak tahun 1936. Pada awalnya para penilitimengkaitkan C6-C3-C6
    dari flavonoid merupakan hasil dari fenil propanoid. Tetapi selamabertahun-tahun diperoleh teori sintesis flavonoid dan telah dibuktikan di laboratorim.Secara umu sintesis flavonoid terdiri dari dua jalur yaitu jalur poliketida, dan jalur fenil
    propanoid. Jalur poliketida ini merupakan serangkaian reaksi kondensasi dari tiga unitasetat atau malonat. Sedangkan jalur fenilpropanoid atau biasa disebut jalur shikimat(Arifin, 1986).

    1. Jalur poliketida
    Reaksi yang terjadi pada jalur ini diawali dengan adanya reaksi antra asetilCoAdengan CO2 yang akan menghasilan malonatCoA

    2.Jalur Propilpropanoid.
    Jalur ini merupakan bagian dari glikolisis tetapi tidak memperoleh suatu asampiruvat melainkan memperoleh asam shikimat.

    untuk lebih jelasnya,,lihat pada alamat berikut :
    http://www.scribd.com/doc/33507583/FLAVONOID

    BalasHapus
  4. menurut saya, cara mensintesis jengger ayam sehingg menghasilkan flavonoid adalah :

    Saring 0,5 g serbuk yang diperiksa dengan 10 ml liteer methanol dengan alat pendingin balik selama 10 menit, saring panas, encerkan filtrate dengan 10 ml air, setelah dingin tambahkan 5 ml eter minyak tanah P, kocok hati hati, diamkan. Ambil lapisan methanol, uapkan pada suhu > 40º C dibawah tekanan, sisa dilarutkan dalam 5 ml ethanol 95% P, tambahkan 0,1 g serbuk magnesium P dan 10 ml asam klorida P, jika terjadi warnah merah jingga – merah ungu berarti ada flavanoid.

    terima kasih

    BalasHapus