Senin, 08 Oktober 2012

Flavonoid Pada Air Mawar

AIR MAWAR/ ROSE WATER
AIR MAWAR/ ROSE WATER
Air Mawar dibuat dari destilasi air dari bunga mawar murni & fresh.
Air mawar mengandung flavonoid dan vitamin A, C, D, E dan B3 yang sangat bermanfaat bagi kesehatan kulit tubuh. Dalam pemakaiannya digunakan sebagai :

-Moisturizing semua jenis kulit tubuh.
-Sebagai Skin Cleanser.
-Untuk treatment Jerawat
-Pelindung Kulit tubuh dari Sengatan Sinar Matahari
-Antiseptic
-Menstimulasi Peredaran Darah
Sumber : http://cv-mh.indonetwork.co.id/3111539/air-mawar-rose-water.html

2 komentar:

  1. Jelaskan bagaimana cara destilasi air mawar hingga menghasilkan flavonoid ?

    BalasHapus
  2. Menurut referensi yang saya baca, seafast.ipb.ac.id/tpc.../senyawa-aroma-dan-citarasa.pdf

    Pada distilasi air bahan kontak langsung dengan air mendidih. Bahan tersebut
    mengapung di atas air atau terendam secara sempurna tergantung dari bobot
    jenis dan jumlah bahan yang disuling. Air dipanaskan dengan metode
    pemanasan yang biasa dilakukan yaitu dengan panas langsung, mantel
    pemanas, pipa uap melingkar tertutup atau dengan pipa uap berlingkar terbuka
    (Guenter, 1987). Distilasi air paling banyak digunakan untuk mengisolasi minyak
    dari bunga (mawar, melati). Berat air yang digunakan sama dengan berat bahan
    yang didistilasi dan minyak yang diperoleh kurang dari 0,1% (Boelens, 1997).
    Dalam proses distilasi, bahan tanaman dan air diletakkan bersama-sama
    selanjutnya campuran tersebut dipanaskan. Campuran uap dari air dan minyak
    atsiri kemudian dikondensasikan. Pada proses distilasi air akan diperoleh
    senyawa yang larut dalam air dan bertitik didih rendah, proses difusi uap air ke
    dalam bahan berlangsung dengan baik, tetapi memiliki kelemahan yaitu
    terjadinya hidrolisis dan dekomposisi senyawa hasil distilasi serta senyawa-
    senyawa bertitik didih tinggi tidak terekstrak dan efisiensi proses rendah. Proses
    distilasi ini biasanya kontinyu dalam waktu dua sampai tiga jam (Sonwa, 2000).
    Distilasi air (hydrodisllation) paling banyak digunakan untuk mengisolasi minyak
    dari bunga (mawar, melati). Berat air yang digunakan sama dengan berat bahan
    yang didistilasi dan minyak yang diperoleh kurang dari 0,1% (Boelens, 1997).

    Skema proses distilasi dengan air disajikan pada Gambar 12. Dalam proses ini
    bahan tanaman dan air diletakkan bersama-sama di dalam bejana A,
    selanjutnya campuran tersebut dipanaskan. Campuran uap dari air dan minyak
    atsiri dikondensasikan dalam trap B dan dilewatkan pada lapisan hexana yang
    melarutkan minyak, sedangkan air kondensasi kembali ke bejana A. Pada
    proses distilasi air akan diperoleh senyawa yang larut dalam air dan bertitik
    didih rendah, proses difusi uap air ke dalam bahan berlangsung dengan baik,
    Skema proses distilasi dengan air disajikan pada Gambar 12. Dalam proses ini
    bahan tanaman dan air diletakkan bersama-sama di dalam bejana A,
    selanjutnya campuran tersebut dipanaskan. Campuran uap dari air dan minyak
    atsiri dikondensasikan dalam trap B dan dilewatkan pada lapisan hexana yang
    melarutkan minyak, sedangkan air kondensasi kembali ke bejana A. Pada
    proses distilasi air akan diperoleh senyawa yang larut dalam air dan bertitik
    didih rendah, proses difusi uap air ke dalam bahan berlangsung dengan baik, tetapi memiliki kelemahan yaitu terjadinya hidrolisis dan dekomposisi senyawa
    hasil distilasi serta senyawa-senyawa bertitik didih tinggi tidak terekstrak dan
    efisiensi proses rendah. Proses distilasi ini biasanya kontinyu dalam waktu dua
    sampai tiga jam (Sonwa, 2000).




    Gambar 12. Skema proses distilasi dengan air (Sonwa, 2000)
    Dan minyak atsiri yang dihasilkan mengandung flavonoid.

    BalasHapus