Kafein
merupakan jenis alkaloid yang secara alamiah terdapat dalam biji kopi,
daun teh, daun mete, biji kola, biji coklat, dan beberapa minuman
penyegar. Kafein memiliki berat molekul 194,19 gr/gmol dengan rumus kimia C8H10N8O2
dan pH 6,9 (larutan kafein 1% dalam air). Secara ilmiah, efek langsung dari
kafein terhadap kesehatan sebetulnya tidak ada, tetapi yang ada adalah efek tak
langsungnya seperti menstimulasi pernafasan dan jantung, serta memberikan efek
samping berupa rasa gelisah (neuroses), tidak dapat tidur (insomnia), dan
denyut jantung tak beraturan (tachycardia).
Pada
percobaan isolasi senyawa bahan alam (alkaloid) digunakan daun teh kering,
dimana pada daun teh mengandung banyak sekali senyawa metabolit sekunder salah
satunya kafein. Kafein termasuk dalam kelompok alkaloid golongan purin, dimana
dalam strukturnya banyak mengandung N yang terikat dalam struktur.
Untuk
mengisolasi kafein dari daun the kering , 25 gram daun teh kering ditambahkan 20 gram Na2CO3
dan ditambahkan 275 ml air mendidih. Na2CO3 merupakan garam non-polar, yang
dapat terurai didalam air menjadi ion Na+ yang mengikat kafein dan CO3- yang
mengikat H2O membentuk HCO3 (sutau asam). Garam kafein + Na larut dalam air.
Air mendidih yang ditambahkan berfungsi membuka pori-pori dari daun the agar
ekstrak daun the dapat keluar dengan sempurna dan kafein yang didapatkan cukup
banyak. Larutan bersifat basa karena panambahan Na2CO3
yang bresifat basa. Larutan dimasukkan kedalam corong pisah dan ditambahkan 30
ml diklorometan, dikocok kemudian didiamkan , panambahan dikloromaetan
berfungsi mengikat kafein yang tadinya berbentuk garam dengan Na+ menjadi
berikatan dengan diklorometan, sebab kepolaran kafein hampir sama dengan
diklorometan tersebut sehingga kelarutan kafein cukup besar didalam
diklorometan (140 mg/l) sementara kelarutan kafein didalam air lebih rendah (22
mg/l). Adanya perbedaan kelarutan, maka terbentuk dua lapisan pada corong
pisah, lapisan atas adalah lapisan air dan lapisan bawah adalah larutan
diklorometan-kafein.
Penambahan
MgSO4 anhidrat, anhidrat sendiri berarti tanpa air sehingga fungsi
MgSO4 anhidrat ini adalah untuk mengikat air yang masih terbawa
dalam larutan diklorometan kaefin, setalah itu didestilasi diatas penangas air.
Destilasi ini berfungsi untuk menghilangkan diklorometan (titih didih 80 0C)
dan meninggalkan residu kristal berwarna putih kekuningan , dimana kristal
tersebut merupakan kafein yang masih kotor. Lalu kedalam kristal ditambahkan
aseton panas, aseton ini berfungsi melarutkan kafein dan pengotor yang masih
tertinggal, kemudian ditambahkan n-heksana untuk mengikat aseton dan pengotor.
Aseton panas merupakan pelarut yang bersifat semi polar namun lebih cenderung
ke polar, sehingga aseton dapat berikatan dengan baik dengan n-heksana.
Pengkristalan kafein terjadi karena hanya kafein yang bersifat nonpolar dalam
campuran tersebut, kristal disaring dengan corong Buchner yang dilapisi dengan
kertas saring lalu dipanaskan. Pemanasan pada kristal murni dimaksudkan untuk
mendapatkan kristal murni yang kering.
Selanjutnya,
pengujian alkaloid untuk kristal yang diperoleh, diambil 10 mg kristal lalu
dilarutkan dengan sedikit air kemudian ditambahkan 1-2 tetes pereaksi
dragendorf dan menghasilkan larutan berwarna jingga yang menunjukkan adanya
alkaloid.
Caffeine terbagi 3 :
BalasHapusParaxanthin 84%
Theobromin 12%
Theophiilyne 4%
1.Bagaimana cara mengaetahui turunan seny. caffein trsebut ? semisal paraxantin pada KllT pakai pereaksi shinoda bewarna putih, theo kuning. tolong jelaskan ?
2.Apakah turunan caffeine ini ada juga pada kopi, atau hanya teh ? lebh sedikit, lwbih banyak atau sama ?
Disini saya mencoba menjawab pertanyaan no 2, dimana kandungan kafein yg terdapat didalam kopi dengan teh berbeda dikarenakan Kadar kafein dalam biji kopi (Cafea sp.) ini ialah 0.2 – 2.2 %. Untuk bermacam-macam kopi kadar kafeinnya berbeda-beda. Misalnya kadar kafein pada kopi robusta 1.5 – 2.5 persen, kopi arabika 1.0 - .1.2 persen, kopi leberia 1.4 – 1.6 persen dan kopi mukka 1.4 – 1.6 persen. Pada suhu 25oC kafein larut dalam campuran 45.6 bagian air, yang kelarutannya meningkat dengan makin tingginya suhu air misalnya pada suhu 25oC dapat larut 2.13 gram kafein/ 100 g air sedangkan pada suhu 100oC pelarutannya 50.0 g kafein/100 g air sedangkan didalam teh sekitar 7,6% dari berat kering. Jumlah kafein dalam takaran satu cangkir teh (sekitar 200 ml) adalah sebesar 50 mg atau sekitar 40% dari setengah cangkir yang sama jika kita menyeduh kopi. Kandungan kafein pada teh ini lebih rendah disebabkan karena formasinya yang begitu kompleks yang tergabung dalam polyphenol teh, sehingga efek perangsang yang ditimbulkannya juga lebih ringan.
BalasHapusYang saya tahu di sini, kafein tidak hanya ada pada daun teh yang kadarnya 2-5%, tetapi dalam kopi ada juga dengan kadar 0,1-1,7% dan coklat 0,1-0,8%.
BalasHapus